Aku sudah janji untuk menjemput
kedua temanku di terminal bus di jam kedatangan yang sama denganku sebelumnya,
yaitu sekitar jam 2 dini hari. Tapi sayangnya malam itu aku sangat kelelahan,
mungkin efek jetlag beberapa hari di pesawat dengan jam yang entah ga ku ngerti
hehe. Akhirnya aku baru terbangun sekitar jam 4 pagi hari, dan saat itu sudah
terang. Aku kaget, terus ku buka HP ternyata panggilan sudah berulang kali,
dari ida, rauf, dan beberapa kakak PPI lainnya uu. Aku merasa bersalah☹ , langsung k coba telfon balik, namun sayang ternyata mereka sudah kehilangan
wifi bus, yang membuat kami lost communication. Aku fikir mereka akan menunggu di
terminal bus itu, tapi ternyata setelah ku susuri jalan hingga sampai pada terminal
itu mereka sudah tidak ada. Aku berkeliling kemana2, sekitar hotel, sekitar
terminal namun juga tidak menemukan mereka. Sejak awal masih di Indonesia, aku
sempat berpesan siapapun diantara kita jika hilang dari yang lainnya, maka segera
cari wifi terdekat agar bisa komunikasi. Aku harap mereka seperti itu sehingga
aku selalu melihat hp siapa tau ada panggilan dari mereka, tapi tidak ada juga
uu. Aku juga sempat berfikir apa mereka nyasar karena mencoba menuju hotel tapi
malah salah jalan, kemudian aku juga menyusuri jalan2 yang menurutku mungkin
menemukan mereka, tapi hasilnya nihil. Hingga aku pasrah, yang fikir hanyalah,
pasti kita akan bertemu, gatau aku yakin sekali setiap kesulitan pasti akan berakhir
baik. Aku kembali ke hotel, dan mencoba menelfon2 mereka, namun tidak ada
jawaban, aku pun sempat dimarah oleh kakak PPI karena tidak menepati janji. Ya aku
merasa bersalah, tapi jujur aku gaada niatan sama sekali untuk ketiduran, aku
sudah berusaha berjaga, bangun dan tidur tapi ternyata kelelahan ku memaksaku
untuk tertidur pulas. Aku sempat melampiaskan kekecewaanku pada mereka, karena
mengapa tidak sesuai dengan janji awal kita yg mana jika hilang kita akan
saling mencari koneksi, tapi kenapa mereka tidak melakukan itu uu. Aku juga dimarahi
oleh temanku dimana chat itu isinya, mba razty kita ga punya waktu banyak. Karena
memang pada hari itu perlombaan kami dimulai, dan koordinasi dari kami belum
matang, persiapan stand kami belum disiapkan, dan alat kami masih belum di coba
lagi di lokasi lomba. Rasanya aku tidak menentu mau ngapain, aku hanya khawatir
bagaimana nasib lombaku hari ini, sedangkan aku kehilangan mereka.
Singkat cerita, akhirnya telfonku
berdering dan panggilan masuk dari mereka yang mengatakan raz kita sudah
didepan hotel. Aku kaget, bagaimana mereka bisa sampai, bagaimana mereka bisa
tau jalan. Sudahlah itu bukan hal penting lagi karena waktu kami sudah mepet,
sehingga kami tidak banyak bicara dan langsung bersiap2. Suasana hatiku cukup
panas antara merasa bersalah, tapi juga merasa kesal, mungkin begitu juga
dengan mereka. Kami sempat berdebat di tengah perjalanan menuju lomba, namun
aku bersyukur punya satu orang penengah, yag mengingatkan kami ini hanya hal
kecil, yang penting kita sudah ketemu dan sekarang ayo fokus sama lomba. Aku bersyukur
punya anggota kelompok yang saling melengkapi seperti itu. Aku meminta maaf, karena
posisinya memang sebenarnya aku lah yang salah, karena saat hilang pun mereka
ternyata menuju ketempat lomba yang aku gatau bagaimana cara mereka hingga
sampai ditempat tersebut, dan mereka berusaha menyiapkan peralatan di lokasi lomba.
Aku salah, dan aku kagum sama inisiatif mereka.
Ketika kami sampai di lokasi lomba,
kami langsung menyiapkan segala persiapan lomba, yang alhamdulillah waktunya
masih tercukupi untuk kami menyiapkan segala property dan dekorasi stand. Disana
kami bertemu 2 orang anak SMA dari Denpasar, Bali dan guru pendampingnya yang
sangat baik. Lomba pun dimulai sekitar pukul 8 pagi waktu sana. Aku sangat
berharap bisa dijuriin oleh bapak professor kenalan ku kemarin, namun ternyata
tidak. Tapi saat ia berkeliling menilai para peserta kemudian menemukanku, ia
dan aku sangat antusias. Aku kenalkan ia ke teman2ku, dan membangun sedikit
obrolan yg kemudian ia harus kembali berkeliling untuk menilai peserta lainnya.
Sambil menunggu juri datang, kami terus berlatih koordinasi dalam presentasi, serta
menyiapkan segala kemungkinan pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan kepada
kami. Beberapa saat kemudian para juri pun datang menghampiri, dan kami memulai
presentasi semaksimal mungkin. Disini yang paling banyak berperan menurutku
ialah ida, aku bersyukur punya teman sekelompok dengannya yang mempunya pengalaman
lebih, pemahaman yang baik, cara penjelasan yang meyakinkan untuk para
pendengarnya. Setelah presentasi kami dinilai melalui sebuah checklist dari
juri.
Setelah presentasi kami baru merasakan sangat tenang, kami baru bisa
berkeliling untuk melihat stand peserta lainnya. Hasil penelitian lainnya
menurutku sangat luar biasa, aku sempat ragu apa bisa atau tidak mendapatkan
medali dari perlombaan ini. Kami berkeliling hampir seluruh stand yang ada di
lokasi tersebut, mulai dari stand yang dimiliki oleh orang Poland sendiri, prancis,
Taiwan, Denmark, korea, dan banyak lainnya aku lupa hehe. Kami juga banyak berkenalan
satu sama lain, bertukar social media, dan berfoto untuk menambah relasi. Kebetulan
stand samping kami berasal dari Taiwan, seorang bapak2 yang senang sekali
berfoto2, ia membawa tongsis, dan sering sekali mengajak foto orang, termasuk
kami hehe. Kemudian fotonya di kirim melalui fb yang bisa kami unggah sendiri
untuk menyimpannya. Stand yang paling berkesan menurutku ialah saat mengunjungi
stand dari prancis. Entah karena motivasi awalku ke eropa karena ingin
mengunjungi Menara Eiffel, ataukah karena mereka adalah peserta pertama yang kuajak
bicara disaat aku masih survey lokasi pada hari sebelumnya, atau karena mereka
yang sangat ramah dan welcome pada kami. Tapi yang jelas aku sangat senang
kepada mereka. Saat mengunjungi mereka, mereka juga ingat bahwa aku yang
kemarin berkenalan dengan mereka, mereka begitu antusias kepada kami, bahkan
kami diberi gantungan kunci Menara Eiffel dan pin berlogo bendera prancis. Gatau kenapa aku senaaang banget bisa menerima kenang2an
dari orang prancis itu langsung. Aku mengatakan kepada mereka bahwa aku sangat
ingin ke prancis, aku sangat ingin mengunjungi Menara Eiffel, dan mereka juga
antusias mendengar itu. Selain itu kami juga berkenalan dengan peserta dari
Poland yang mengunjungi stand kami, orangnya ganteng bangeeet wkwk, putih
tinggi mancung dan friendly. Setelah Panjang lebar kami bercerita, terus kami
juga bertukar kontak dan social media. Jadi hampir setiap orang yang berkenalan
dengan kami, pasti selalu kami minta tukar kontak hehe, siapa tau next destination
tempat mereka kan kami bisa menghubungi mereka.
Hari pertama pun berlalu, kami
lega bisa pulang dengan tenang karena sudah presentasi. Tinggal hari esok yang kami
hanya perlu menjelaskan kepada pengunjung saja, tentunya tidak akan setegang
jika harus presentasi pada juri yang menilai kita. Selama perjalanan pulang, kami sadar pakaian yg kami kenakan cukup aneh di kota itu, tidak sedikit yang memperhatikan kami, bahkan sampai ada yg berbalik arah dan mengampiri kami hanya untuk menanyakan darimana asal kami. Aku pun menjawab, Indonesia. Responnya, oh pantas saja pakaianmu seperti ini. kemudian ia pergi, kami juga bingung apa tujuannya, tapi yasudahlah karena mungkin memang sangat jarang di kota itu kedatangan orang muslim yang menggunakan hjab. Setelah sampai di hotel kami kelelahan,
dan terlebih pada kedua temanku yang belum ada istirahat sama sekali. Sampai di
dorm kami bersiap2 tidur, merapikan kamar dan kemudian tidur pulas. Ada sih
rencana keliling sekitar hotel di malam hari, tapi ternyata setelah dilihat
sekilas, kata temanku banyak orang yang mabuk sehingga bahaya jika kita pergi
sendiri untuk keluar untuk menikmati malam itu.
Keesokan harinya kami lebih
tenang dalam perjalanan, bahkan kami sempat berfoto2 terlebih dahulu di sekitar
hotel sebelum berangkat, kami sempat menikmati udara pagi di kota itu, melihat
hiruk pikuk orang2 yang sedang bersiap2 untuk bekerja, mempersiapkan lokasi
kerja, dan lainnya. Bangunan di Poland unik, klasik, dan memiliki khas sendiri.
Setelah beberapa saat, kami kembali ke hotel dan bersiap2 menuju lokasi
perlombaan kembali. Hari yang kurang lebih seperti kemarin, dan kami sempat
berkeliling ke stand2 yang belum kami kunjungi. Sore harinya kami diundang
untuk mengikuti party yang disediakan dari panitia acara, tapi karena kami
masih merasa kelelahan jadi kami tidak hadir dalam acara tersebut.
Malam harinya kami pun datang
menghadiri acara penutupan sekaligus pengumuman para pemenang. Sesampainya disana
ternyata acara sudah dimulai, dan ternyata Bahasa pengantar yang digunakan
adalah Bahasa polandia uu. Kami bingung, tapi alhamdulillah ternyata disediakan
headset translater dalam berbagai Bahasa dan kami memilih Bahasa inggris. Saat itu
perasaanku tidak menentu, aku deg2an, aku takut, yang keluar dari mulutku hanyalah
doa doa dan doa, sedangkan pada hatiku hanyalah harapan harapan, dan berusaha
positive thinking bahwa kami bisa menang. Pembacaan pemenang dimulai dari medali
bronze, tiba2 tulisan nama anak2 dari SMA Denpasar keluar dari papan
pengumuman, kami semua kaget dan senang sekali, serta mengucapkan selamat kepada
mereka. Pembacaan bronze medal selesai, nama kami tidak ada uu. Kemudian berlanjut
ke silver medal, dan nama kami pun masih tidak ada. Hatiku semakin berdegu kencang,
aku takut tidak mendapatkan medali ☹. Selanjtunya pembacaan gold medal…. Dan alhamdulillah
nama kami keluar :’). Kami langsung bersiap untuk maju kedepan untuk menerima
penghargaan. Saat akan kembali ke tempat duduk, tampak dari kejauhan bapak professor
kemarin, ia berdiri untuk mengucapkan selamat kepadaku dari kejauhan, aku hanya
menggunakan isyarat untuk mengucapkan terimaksih banyak, terimakasih atas segala
support bapak.
Setelah acara selesai kami pun para
pemenang diminta untuk maju kedepan. Kami berfoto bersama2, dan merayakan kemenangan
kami didepan panggung. Kami menghampiri bapak professor tersebut dan mengajaknya
untuk foto Bersama. Bapak itu sungguh baik, ia memberikan kontaknya kepadaku
dan mengatakan ayo ke belgia. Sebelum pulang ke Indonesia, ayo singgah ke
Belgia jaraknya cukup dekat dengan menggunakan pesawat, jika kamu kesana saya akan
jemput kamu di bandara dan menemani jalan2 selama disana. Aku terharu, aku kagum
dengan kerendahan hatinya, aku kagum dengan orang eropa yang tidak menganggap
adanya perbedaan kasta, walaupun menurutku ia sudah sangat hebat tapi ia malah
menganggap kita adalah sama, dan ia sempat mengatakan kepada ku “because you
are my friend”. Aku pun tak lupa untuk
basa basi mengajaknya main ke Indonesia, tapi ia bilang yah kalau saat ini jauh
hehe, mending kamu aja yang ke Belgia, karena masih di Eropa. Setelah itu kami berpisah,
dan kemudian mengikuti acara makan2. Budaya disana, makan sambil berdiri, kita
antri mengambil makanan, dimana itu tidak jelas yang mana halal dan haram uu,
jadi amannya aku hanya mengambil kue2 yang tidak berdaging. Air minumnya aneh
uu, aku kurang suka rasanya, jadi saat itu aku malah mengambil air kran untuk minum,
karena kalau di Eropa itu air krannya bisa diminum kata salah satu kakak PPI. Makanya
kami jarang membeli air minum disana, karena dengan mengambil air kran itu
sudah cukup.
Dalam perjalanan pulang kami
sangat bahagia, bersyukur atas kesempatan dan pencapaian yang diberikan kepada
kami. Kami menikmati malam terakhir Katowice saat itu Bersama adik2 dari bali, berfoto2
ria, duduk santai dan lain-lain. Di tengah perjalanan kam bertemu sama juri
kami, dan kami bertegur sapa. Ia sangat baik, ia menanyakan setelah ini apakah
akan pulang atau mau kemana. Kami bilang kepadanya bahwa kami ingin berwisata
di Polandia dahulu, kemudian ia langsung memberikan banyak referensi kepada
kami, ia juga memberikan kontaknya, sehingga jika terjadi apa2 kami disuruh
menghubunginya. Setelah kami berpisah, timku dan tim bali berdiskusi tentang
kota mana yang akan kita kunjungi. Kami mengatakan bahwa kami Sudah membeli
tiket ke warsaw, apakah mereka ingin ikut atau tidak. Awalnya ia, tapi setelah
bertemu professor itu mereka rubah fikiran dan memilih untuk mengunjungi Krakow.
Malam itu batas penyewaan kamar
di hotel kami sudah habis, sehingga kami menumpang di kamar adik2 dari Bali
tersebut hehe, karena dini hari kami sudah harus berangkat lagi menuju warsaw,
jadi ya lumayan uangnya kalau dibuat nambah nyewa kamar sehari lagi. Malam itu
pun kami berbagi tempat tidur, kamarnya memang cukup besar, ada sofa yang bisa
kami gunakan untuk tidur, ada karpet untuk tidur lesehan. Mereka memang sangat
baik, bahkan gurunya malah yang tidur dibawah dan menyuruh kami untuk tidur
diatas uu. Ga enak sih, Cuma memang budget kami sangat minim saat itu, jadi
harus pintar2 dalam menekan biaya hidup disana. Malam itu kami juga memasak pop
mie gelas, dimana sorenya adik2 sma itu bilang bahwa mereka rindu makan mie,
dan kami bilang bahwa kami bawa persediaan itu hehe dan kami membawa alat untuk
merebusnya 😊. Malam itu rasanya nikmat, lebih nikmat dari
makan2an party tadi hehe, makan indomie, menikmati keberhasilan ya didapat, dan
bersenda gurau bersama. Setelah mulai lelah satu per satu dari kami mulai
tidur, tapi aku sengaja mengajak teman setimku untuk saling berjaga, karena
khawatir ketinggalan bus. Sekitar pukul 3 dini hari, kami pun bersiap2 untuk berangkat
ke warsaw yang akan ditempuh sekitar 4-6 jam perjalanan.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar