Minggu, 25 Februari 2018

Our Competition


Aku sudah janji untuk menjemput kedua temanku di terminal bus di jam kedatangan yang sama denganku sebelumnya, yaitu sekitar jam 2 dini hari. Tapi sayangnya malam itu aku sangat kelelahan, mungkin efek jetlag beberapa hari di pesawat dengan jam yang entah ga ku ngerti hehe. Akhirnya aku baru terbangun sekitar jam 4 pagi hari, dan saat itu sudah terang. Aku kaget, terus ku buka HP ternyata panggilan sudah berulang kali, dari ida, rauf, dan beberapa kakak PPI lainnya uu. Aku merasa bersalah , langsung k coba telfon balik, namun sayang ternyata mereka sudah kehilangan wifi bus, yang membuat kami lost communication. Aku fikir mereka akan menunggu di terminal bus itu, tapi ternyata setelah ku susuri jalan hingga sampai pada terminal itu mereka sudah tidak ada. Aku berkeliling kemana2, sekitar hotel, sekitar terminal namun juga tidak menemukan mereka. Sejak awal masih di Indonesia, aku sempat berpesan siapapun diantara kita jika hilang dari yang lainnya, maka segera cari wifi terdekat agar bisa komunikasi. Aku harap mereka seperti itu sehingga aku selalu melihat hp siapa tau ada panggilan dari mereka, tapi tidak ada juga uu. Aku juga sempat berfikir apa mereka nyasar karena mencoba menuju hotel tapi malah salah jalan, kemudian aku juga menyusuri jalan2 yang menurutku mungkin menemukan mereka, tapi hasilnya nihil. Hingga aku pasrah, yang fikir hanyalah, pasti kita akan bertemu, gatau aku yakin sekali setiap kesulitan pasti akan berakhir baik. Aku kembali ke hotel, dan mencoba menelfon2 mereka, namun tidak ada jawaban, aku pun sempat dimarah oleh kakak PPI karena tidak menepati janji. Ya aku merasa bersalah, tapi jujur aku gaada niatan sama sekali untuk ketiduran, aku sudah berusaha berjaga, bangun dan tidur tapi ternyata kelelahan ku memaksaku untuk tertidur pulas. Aku sempat melampiaskan kekecewaanku pada mereka, karena mengapa tidak sesuai dengan janji awal kita yg mana jika hilang kita akan saling mencari koneksi, tapi kenapa mereka tidak melakukan itu uu. Aku juga dimarahi oleh temanku dimana chat itu isinya, mba razty kita ga punya waktu banyak. Karena memang pada hari itu perlombaan kami dimulai, dan koordinasi dari kami belum matang, persiapan stand kami belum disiapkan, dan alat kami masih belum di coba lagi di lokasi lomba. Rasanya aku tidak menentu mau ngapain, aku hanya khawatir bagaimana nasib lombaku hari ini, sedangkan aku kehilangan mereka.

Singkat cerita, akhirnya telfonku berdering dan panggilan masuk dari mereka yang mengatakan raz kita sudah didepan hotel. Aku kaget, bagaimana mereka bisa sampai, bagaimana mereka bisa tau jalan. Sudahlah itu bukan hal penting lagi karena waktu kami sudah mepet, sehingga kami tidak banyak bicara dan langsung bersiap2. Suasana hatiku cukup panas antara merasa bersalah, tapi juga merasa kesal, mungkin begitu juga dengan mereka. Kami sempat berdebat di tengah perjalanan menuju lomba, namun aku bersyukur punya satu orang penengah, yag mengingatkan kami ini hanya hal kecil, yang penting kita sudah ketemu dan sekarang ayo fokus sama lomba. Aku bersyukur punya anggota kelompok yang saling melengkapi seperti itu. Aku meminta maaf, karena posisinya memang sebenarnya aku lah yang salah, karena saat hilang pun mereka ternyata menuju ketempat lomba yang aku gatau bagaimana cara mereka hingga sampai ditempat tersebut, dan mereka berusaha menyiapkan peralatan di lokasi lomba. Aku salah, dan aku kagum sama inisiatif mereka.

Ketika kami sampai di lokasi lomba, kami langsung menyiapkan segala persiapan lomba, yang alhamdulillah waktunya masih tercukupi untuk kami menyiapkan segala property dan dekorasi stand. Disana kami bertemu 2 orang anak SMA dari Denpasar, Bali dan guru pendampingnya yang sangat baik. Lomba pun dimulai sekitar pukul 8 pagi waktu sana. Aku sangat berharap bisa dijuriin oleh bapak professor kenalan ku kemarin, namun ternyata tidak. Tapi saat ia berkeliling menilai para peserta kemudian menemukanku, ia dan aku sangat antusias. Aku kenalkan ia ke teman2ku, dan membangun sedikit obrolan yg kemudian ia harus kembali berkeliling untuk menilai peserta lainnya. Sambil menunggu juri datang, kami terus berlatih koordinasi dalam presentasi, serta menyiapkan segala kemungkinan pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan kepada kami. Beberapa saat kemudian para juri pun datang menghampiri, dan kami memulai presentasi semaksimal mungkin. Disini yang paling banyak berperan menurutku ialah ida, aku bersyukur punya teman sekelompok dengannya yang mempunya pengalaman lebih, pemahaman yang baik, cara penjelasan yang meyakinkan untuk para pendengarnya. Setelah presentasi kami dinilai melalui sebuah checklist dari juri. 

Setelah presentasi kami baru merasakan sangat tenang, kami baru bisa berkeliling untuk melihat stand peserta lainnya. Hasil penelitian lainnya menurutku sangat luar biasa, aku sempat ragu apa bisa atau tidak mendapatkan medali dari perlombaan ini. Kami berkeliling hampir seluruh stand yang ada di lokasi tersebut, mulai dari stand yang dimiliki oleh orang Poland sendiri, prancis, Taiwan, Denmark, korea, dan banyak lainnya aku lupa hehe. Kami juga banyak berkenalan satu sama lain, bertukar social media, dan berfoto untuk menambah relasi. Kebetulan stand samping kami berasal dari Taiwan, seorang bapak2 yang senang sekali berfoto2, ia membawa tongsis, dan sering sekali mengajak foto orang, termasuk kami hehe. Kemudian fotonya di kirim melalui fb yang bisa kami unggah sendiri untuk menyimpannya. Stand yang paling berkesan menurutku ialah saat mengunjungi stand dari prancis. Entah karena motivasi awalku ke eropa karena ingin mengunjungi Menara Eiffel, ataukah karena mereka adalah peserta pertama yang kuajak bicara disaat aku masih survey lokasi pada hari sebelumnya, atau karena mereka yang sangat ramah dan welcome pada kami. Tapi yang jelas aku sangat senang kepada mereka. Saat mengunjungi mereka, mereka juga ingat bahwa aku yang kemarin berkenalan dengan mereka, mereka begitu antusias kepada kami, bahkan kami diberi gantungan kunci Menara Eiffel dan pin berlogo bendera prancis. Gatau kenapa aku senaaang banget bisa menerima kenang2an dari orang prancis itu langsung. Aku mengatakan kepada mereka bahwa aku sangat ingin ke prancis, aku sangat ingin mengunjungi Menara Eiffel, dan mereka juga antusias mendengar itu. Selain itu kami juga berkenalan dengan peserta dari Poland yang mengunjungi stand kami, orangnya ganteng bangeeet wkwk, putih tinggi mancung dan friendly. Setelah Panjang lebar kami bercerita, terus kami juga bertukar kontak dan social media. Jadi hampir setiap orang yang berkenalan dengan kami, pasti selalu kami minta tukar kontak hehe, siapa tau next destination tempat mereka kan kami bisa menghubungi mereka.

Hari pertama pun berlalu, kami lega bisa pulang dengan tenang karena sudah presentasi. Tinggal hari esok yang kami hanya perlu menjelaskan kepada pengunjung saja, tentunya tidak akan setegang jika harus presentasi pada juri yang menilai kita. Selama perjalanan pulang, kami sadar pakaian yg kami kenakan cukup aneh di kota itu, tidak sedikit yang memperhatikan kami, bahkan sampai ada yg berbalik arah dan mengampiri kami hanya untuk menanyakan darimana asal kami. Aku pun menjawab, Indonesia. Responnya, oh pantas saja pakaianmu seperti ini. kemudian ia pergi, kami juga bingung apa tujuannya, tapi yasudahlah karena mungkin memang sangat jarang di kota itu kedatangan orang muslim yang menggunakan hjab. Setelah sampai di hotel kami kelelahan, dan terlebih pada kedua temanku yang belum ada istirahat sama sekali. Sampai di dorm kami bersiap2 tidur, merapikan kamar dan kemudian tidur pulas. Ada sih rencana keliling sekitar hotel di malam hari, tapi ternyata setelah dilihat sekilas, kata temanku banyak orang yang mabuk sehingga bahaya jika kita pergi sendiri untuk keluar untuk menikmati malam itu.

Keesokan harinya kami lebih tenang dalam perjalanan, bahkan kami sempat berfoto2 terlebih dahulu di sekitar hotel sebelum berangkat, kami sempat menikmati udara pagi di kota itu, melihat hiruk pikuk orang2 yang sedang bersiap2 untuk bekerja, mempersiapkan lokasi kerja, dan lainnya. Bangunan di Poland unik, klasik, dan memiliki khas sendiri. Setelah beberapa saat, kami kembali ke hotel dan bersiap2 menuju lokasi perlombaan kembali. Hari yang kurang lebih seperti kemarin, dan kami sempat berkeliling ke stand2 yang belum kami kunjungi. Sore harinya kami diundang untuk mengikuti party yang disediakan dari panitia acara, tapi karena kami masih merasa kelelahan jadi kami tidak hadir dalam acara tersebut.

Malam harinya kami pun datang menghadiri acara penutupan sekaligus pengumuman para pemenang. Sesampainya disana ternyata acara sudah dimulai, dan ternyata Bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa polandia uu. Kami bingung, tapi alhamdulillah ternyata disediakan headset translater dalam berbagai Bahasa dan kami memilih Bahasa inggris. Saat itu perasaanku tidak menentu, aku deg2an, aku takut, yang keluar dari mulutku hanyalah doa doa dan doa, sedangkan pada hatiku hanyalah harapan harapan, dan berusaha positive thinking bahwa kami bisa menang. Pembacaan pemenang dimulai dari medali bronze, tiba2 tulisan nama anak2 dari SMA Denpasar keluar dari papan pengumuman, kami semua kaget dan senang sekali, serta mengucapkan selamat kepada mereka. Pembacaan bronze medal selesai, nama kami tidak ada uu. Kemudian berlanjut ke silver medal, dan nama kami pun masih tidak ada. Hatiku semakin berdegu kencang, aku takut tidak mendapatkan medali . Selanjtunya pembacaan gold medal…. Dan alhamdulillah nama kami keluar :’). Kami langsung bersiap untuk maju kedepan untuk menerima penghargaan. Saat akan kembali ke tempat duduk, tampak dari kejauhan bapak professor kemarin, ia berdiri untuk mengucapkan selamat kepadaku dari kejauhan, aku hanya menggunakan isyarat untuk mengucapkan terimaksih banyak, terimakasih atas segala support bapak.

Setelah acara selesai kami pun para pemenang diminta untuk maju kedepan. Kami berfoto bersama2, dan merayakan kemenangan kami didepan panggung. Kami menghampiri bapak professor tersebut dan mengajaknya untuk foto Bersama. Bapak itu sungguh baik, ia memberikan kontaknya kepadaku dan mengatakan ayo ke belgia. Sebelum pulang ke Indonesia, ayo singgah ke Belgia jaraknya cukup dekat dengan menggunakan pesawat, jika kamu kesana saya akan jemput kamu di bandara dan menemani jalan2 selama disana. Aku terharu, aku kagum dengan kerendahan hatinya, aku kagum dengan orang eropa yang tidak menganggap adanya perbedaan kasta, walaupun menurutku ia sudah sangat hebat tapi ia malah menganggap kita adalah sama, dan ia sempat mengatakan kepada ku “because you are my friend”.  Aku pun tak lupa untuk basa basi mengajaknya main ke Indonesia, tapi ia bilang yah kalau saat ini jauh hehe, mending kamu aja yang ke Belgia, karena masih di Eropa. Setelah itu kami berpisah, dan kemudian mengikuti acara makan2. Budaya disana, makan sambil berdiri, kita antri mengambil makanan, dimana itu tidak jelas yang mana halal dan haram uu, jadi amannya aku hanya mengambil kue2 yang tidak berdaging. Air minumnya aneh uu, aku kurang suka rasanya, jadi saat itu aku malah mengambil air kran untuk minum, karena kalau di Eropa itu air krannya bisa diminum kata salah satu kakak PPI. Makanya kami jarang membeli air minum disana, karena dengan mengambil air kran itu sudah cukup.

Dalam perjalanan pulang kami sangat bahagia, bersyukur atas kesempatan dan pencapaian yang diberikan kepada kami. Kami menikmati malam terakhir Katowice saat itu Bersama adik2 dari bali, berfoto2 ria, duduk santai dan lain-lain. Di tengah perjalanan kam bertemu sama juri kami, dan kami bertegur sapa. Ia sangat baik, ia menanyakan setelah ini apakah akan pulang atau mau kemana. Kami bilang kepadanya bahwa kami ingin berwisata di Polandia dahulu, kemudian ia langsung memberikan banyak referensi kepada kami, ia juga memberikan kontaknya, sehingga jika terjadi apa2 kami disuruh menghubunginya. Setelah kami berpisah, timku dan tim bali berdiskusi tentang kota mana yang akan kita kunjungi. Kami mengatakan bahwa kami Sudah membeli tiket ke warsaw, apakah mereka ingin ikut atau tidak. Awalnya ia, tapi setelah bertemu professor itu mereka rubah fikiran dan memilih untuk mengunjungi Krakow.

Malam itu batas penyewaan kamar di hotel kami sudah habis, sehingga kami menumpang di kamar adik2 dari Bali tersebut hehe, karena dini hari kami sudah harus berangkat lagi menuju warsaw, jadi ya lumayan uangnya kalau dibuat nambah nyewa kamar sehari lagi. Malam itu pun kami berbagi tempat tidur, kamarnya memang cukup besar, ada sofa yang bisa kami gunakan untuk tidur, ada karpet untuk tidur lesehan. Mereka memang sangat baik, bahkan gurunya malah yang tidur dibawah dan menyuruh kami untuk tidur diatas uu. Ga enak sih, Cuma memang budget kami sangat minim saat itu, jadi harus pintar2 dalam menekan biaya hidup disana. Malam itu kami juga memasak pop mie gelas, dimana sorenya adik2 sma itu bilang bahwa mereka rindu makan mie, dan kami bilang bahwa kami bawa persediaan itu hehe dan kami membawa alat untuk merebusnya 😊. Malam itu rasanya nikmat, lebih nikmat dari makan2an party tadi hehe, makan indomie, menikmati keberhasilan ya didapat, dan bersenda gurau bersama. Setelah mulai lelah satu per satu dari kami mulai tidur, tapi aku sengaja mengajak teman setimku untuk saling berjaga, karena khawatir ketinggalan bus. Sekitar pukul 3 dini hari, kami pun bersiap2 untuk berangkat ke warsaw yang akan ditempuh sekitar 4-6 jam perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

warsawa :)

24 Juni 2017 Pagi ini kami telah sampai di kota yang berbeda, yaa kami sampai di warsawa, ibukota Polandia. Kedatangan kami di jemput ...