Ternyata
diterimanya kami untuk mengikuti lomba ini bukan berarti langkah untuk
berangkat tinggal selangkah lagi, tapi begitu banyaak halang rintang yang harus
kami lalui, salah satunya visa.
Menurutku
visa eropa merupakan visa dengan persyaratan yang lumayan ribet dan harus
mempersipkannya sejak jauh-jauh hari, serta harus matang. Setelah ini akan ku
ceritakan secara detail yaa gimana proses pembuatan visa kami, dan bagaimana
cara-cara yang kami lakukan agar bisa lolos.
Pertama-tama
pelajarin dulu syarat visa. Visa untuk ke eropa itu ada 2 macam yaitu visa
nasional dan visa Schengen. Bedanya apa? Jadi, visa nasional itu ialah visa
yang digunakan hanya untuk 1 negara di eropa. Misalnya, jika kamu mau ke polandia,
yaudah visa itu hanya berlaku untuk di negara polandia. Kalau visa Schengen adalah
visa yang bisa digunakan untuk semua negara yang termasuk dalam uni-eropa. Untuk
negaranya bisa dicari sendiri yaaa apa saja.
Jadi disini saya pengen ceritain gimana pembuatan visa Schengen, karena
kemarin yang saya gunakan ialah visa Schengen. So bagi kalian yang ingin
membuat visa, kenalin dan pelajarin terlebih dahulu ya tujuan kalian pergi,
berapa lama, dan putuskan mau menggunakan visa jenis apa.
Visa Schengen
bisa di buat di kedutaan apapun yang termasuk kedalam list nya, tapi ada
beberapa pertimbangan, yaitu lama tinggal, kedatangan pertama kali, dan negara
tujuan utamanya apa. Jadi kedua, putuskan sebenar-benar nya di kedutaan mana
kalian akan membuat visa tersebut, karena itu akan sangat menentukan diterima
atau tidaknya visa kalian.
Kalo
sudah memutuskan mau visa Schengen dan memilih kedutaan apa yang pas untuk
kalian maka selanjutnya lakukan pendaftaran. Karena kemarin saya daftar di
kedutaan Polandia, jadi saya akan menceritakan tentang syarat-syarat pembuatan
visa Schengen di kedutaan Polandia. Sekali lagi, setiap negara punya ketentuan
yang berbeda, jadi ikuti syarat sesuai negara yg kamu pilih dalam pembuatan visanya
yaa..
Untuk pendaftaran
dan ketentuan lengkap mengenai pembuatan visa Schengen di kedutaan Polandia,
kalian bisa lihat disini yang merupakan web resmi kedutaan Polandia. http://www.dzakarta.msz.gov.pl/en/consular_information/visas/
Silahkan
dipelajari sejelas-jelasnya yaa, se detail-detailnya, semua syarat yang
tertulis harus diikuti jangan ada yg tertinggal, karena kalau ada yang
tertinggal, sesampainya di kedutaannya akan percuma, kalian akan diusir. Jadi namanya
di kedutaan itu peraturan sangat ketat, sulit untuk mendapatkan toleransi. Usahakan
daftar secepatnya dan bikin appointment disitu, kemudian kalian bisa datang ke
kedutaan dengan membawa semua syarat pada hari dan tanggal yang sesuai dengan
appointment kalian, karena kalau tidak sesuai dengan hari dan tanggal
appointment kalian juga akan diusir. Jangan lupa registration form nya di print,
karena disitu akan ada barcode yang merupakan kunci kalian untuk bisa masuk
kedalam kedutaan.
Setelah
dipelajari apa saja syarat visanya dan sudah registrasi, yg tentunya bikin
appointment nya harus dipertimbangkan kapan kalian bisa kesana, dan pastikan
saat appointment semua syarat sudah beres dan tinggal dibawa ke kedutaan. Karena
untuk persiapan syaratnya menurutku lumayan memakan waktu, so kalian harus
pertimbangkan benar-benar hal itu. Terus syaratnya akan saya bahas satu per
satu yaa...
1. Formulir Permohonan Visa
Jadi ini adalah registration form setelah kalian ngisih semua
data dan bikin appointment, formulir permohonan akan otomatis dapat jika
registrasi kalian benar, karena registration form itu akan dikirim melalui
email kalian. Kemudian print ya jangan lupa serta bubuhkan foto di kanan atas.
2. Passport yang harus
memenuhi kriteria
Tentunya sebelum memikirkan visa, kalian harus sudah punya
passport. Jadi saran saya, sebelum kalian punya target ingin pergi keluar
negeri mulailah bikin passport, walaupun pada saat itu belum negara tujuan. Karena
dengan passport kalian akan termotivasi untuk mengisi lembaran-lembaran kosong
di passport dengan cap berbagai negara. Selain itu mungkin dengan banyaknya
pengalaman kalian pergi ke negara lain atau apalagi ada riwayat pergi ke eropa
sebelumnya, maka itu akan lebih mempermudah permohonan visa kalian. Untuk syarat
passport bisa di pelajari sendiri ya di link yang sudah kukirim diatas.
3. Asuransi kesehatan dan
perjalanan
Asuransi ini berbeda dengan asuransi kesehatan pada umumnya
seperti askes, BPJS, dll. Asuransi yang dimaksud disini adalah asuransi
perjalanan selama di Eropa. Contoh asuransi nya ialah Zurich, AXA, AIG, dan
banyak lagi. Saya sendiri kemarin menggunakan asuransi Zurich, karena di jogja
kebetulan itu yang paling dekat. Untuk biaya asuransi ini tergantung dari
lamanya kamu di eropa, karena ketika menambah hari maka biayanya juga akan
bertambah. Asuransi saya kemarin berlaku selama kurang lebih 8 hari itu seharga
Rp. 370.000,00 per orangnya. Karena nanti disana akan ada pilihan harga dan
tentunya akan menentukan fasilitas yang didapat.
4. Foto
Foto untuk persayaratan visa juga tidak sembarangan, foto dengan
background putih ukuran 3,5 x 4,5 cm dan focus pada wajah, yaitu sekitar 80%
dari pas foto.
5. Biaya Visa
Untuk biaya visa biasanya berubah-ubah tergantung waktunya, saat
saya menulis ini biaya visa di kedutaan Polandia ialah Rp. 900.000,00.
Pembayaran menggunakan uang rupiah.
6. Data tambahan:
a.
Bukti Finansial
i. Surat keterangan mahasiswa
Mintalah sura keterangan mahasiwa
dari universitas kamu yang ditandatangani oleh rektor atau direktur bidang
kemahasiswaan, atau boleh dari dekkan,yang penting surat keterangan mahasiwa. Lebih
baik sediakan yang berbahasa Indonesia dan yang berbahasa inggris. Tapi pengalaman
saya sendiri kemarin cukup berbahasa Indonesia tidak masalah.
ii. Fotokopi tabungan dalam kurun waktu 3 bulan terakhir
Print saja rekening koran dalam
jangka waktu sekitar 3 bulan terakhir, dan usahakan didalamnya ada saldo
minimal. Kalo saya sendiri kemarin menyisakan saldo 25 juta rupiah untuk
tabungan saya yang kemudian tercetak di rekening koran. Usahakan saldo tersebut
bukan secara tiba-tiba masuk, karena itu bisa membuat orang kedutaan curiga. Jadi
akan lebih baik misalnya berangsur-angsur masuk kedalam tabungan hingga
mencapai saldo minimal. Tapi saldo minimal tidak ada ketentuan dari kedutaan,
tapi asumsikan saja minimal 70 euro sehari, maka selanjutnya saldo minimal
harus dihitung sesuai berapa lama kalian akan tinggal di eropa.
iii. KK, KTP, KTM, Akte Kelahiran
Kalau ini cukup fotokopiannya
saja, karena semua dokumen yang masuk tidak akan kembali ke kita kecuali
passport dan visa yang sudah ditempel didalam passportnya. Jadi semua berkas
asli boleh dibawa tapi jangan dimasukkan, tunjukkan jika hanya diminta.
b.
Tiket Pesawat dan Rencana
Perjalanan
Tiket pesawat disini boleh hanya
berupa bookingan. Dan rencana perjalanan sebaiknya bikin sedetail mungkin,
sehingga saat ditanya petugas kedutaan mengenai rencana perjalanan, kalian bisa
menjawab dengan mantap. Karena pengalaman saya sendiri, saya ditanya mengapa
memilih turun di belanda tapi membuat visa di kedutaan Polandia, sehingga
jawaban-jawaban seperti itu harus disiapkan secara matang dan mantap ketika
menjawab, karena itu bisa menentukan juga aplikasi kalian diterima atau tidak. Dibawah ini akan saya lampirkan contoh itinerary saya untuk persiapan visa ke eropa
kemarin.
Visa Schengen ini berlaku hanya
90 hari sehingga itinerary ini juga untuk memastikan bahwa perjalanan kalian
tidak melebihi 90 hari.
c.
Bukti tujuan perjalanan
Ini adalah bukti yang menunjukkan
kenapa kalian harus pergi ke negara tersebut. Pengalaman saya pribadi, saya
pergi ke Polandia tujuannya untuk mengikuti suatu perlombaan sehingga bukti
yang saya berikan ialah LoA dari event tersebut.
contoh itinerary selama di eropa
Itinerary Europe
Period 20 June till 27 June 2017
My Identity:
Name :
Passport no :
Passport exp :
Age :
Occupation :
Day
|
Date
(June, 2017)
|
Time
(Local)
|
City, Country
|
Category
|
Description
|
1.
|
20
|
20.45 – 09.40
|
Jakarta
(CGK) -Amsterdam (Schipol)
|
Flight by Turkish airlines
|
Jakarta
– istanbul (20.45-04.55)
Istanbul
– Amsterdam (07.05 - .9.40)
|
2.
|
21
|
10.00
– 17.00
|
Amsterdam,
netherlands
|
arrived
|
Travelling
on amsterdam
|
18.40
– 23.50
|
Amsterdam
(schipol) – Katowice (Pyrzowice)
|
Flight by vueling airlines and wizz air
|
Amsterdam
– London (Luton) (18.40 – 18.55)
London
– Katowice (Pyrzowice) (20.35 – 23.50)
|
||
00.00-07.00
|
Katowice,
Poland
|
Check
in hotel
Rest
|
Hostel
Katowice Centrum
At
Ul. Andrzja 19, 40 – 061 Katowice, Poland
Prepare
for competition
|
||
3.
|
22
|
08.00
– 19.30
|
Katowice,
Poland
|
Competition
|
Katowice
International Conference Centre
|
20.00-07.00
|
Katowice,
Poland
|
rest
|
Hostel
Katowice Centrum
At
Ul. Andrzja 19, 40 – 061 Katowice, Poland
|
||
4.
|
23
|
08.00
– 19.30
|
Katowice,
Poland
|
Competition
|
Katowice
International Conference Centre
|
20.00-07.00
|
Katowice,
Poland
|
Rest
|
Hostel
Katowice Centrum
At
Ul. Andrzja 19, 40 – 061 Katowice, Poland
|
||
5.
|
24
|
09.00
– 17.00
|
Katowice,
Poland
|
Check
out hotel
|
Hostel
Katowice Centrum
At
Ul. Andrzja 19, 40 – 061 Katowice, Poland
Travelling
poland
|
18.40
– 10.10
|
Katowice
(Pyrzowice) – Berlin (TXL)
|
Flight
by Lufthansa cityline and swiss airlines
|
Katowice
(Pyrzowice) – Frankfurt (FRA) (18.40 – 20.15)
Frankfurt
– Zurich (Zurich airport) (06.40 – 07.35)
Zurich
– Berlin (TXL) (08.50 – 10.10)
|
||
6.
|
25
|
10.30
– 15.00
|
Berlin,
Germany
|
Arrived
|
Travelling
on berlin
|
16.35
– 19.45
|
Berlin-Paris
|
Flight
by air berlin and eurowings
|
Berlin
– Dusseldorf (16.35 – 17.45)
Dusseldorf
– paris (18.35 – 19.45)
|
||
20.00
– 06.00
|
Paris,
France
|
Arrived,
Check
in,
Rest
|
Hotel
Delarc
7
rue Du Colisee 8th arr, 75008 Paris, France
|
||
7.
|
26
|
06.00
– 13.00
|
Paris
, France
|
Check
out
|
Hotel
Delarc
7
rue Du Colisee 8th arr, 75008 Paris, France
Travelling
on Paris
|
14.49
– 08.25
|
Paris
-> amsterdam
|
Flight
by 2C airlines and HOP airlines
|
Paris
– Nantes ( 14.49 – 17.55)
Nantes
– Amsterdam (schipol airport) ( 06.50 – 08.25)
|
||
8.
|
27
|
09.00
– 10.00
|
Amsterdam,
Netherlands
|
Arrived
on Amsterdam, schipol airport
|
|
11.10
– 18.00
|
Amsterdam
à Jakarta
|
Flight
by Turkish Airlines
|
Amsterdam
– Istanbul (11.10 – 15.40)
Istanbul
– Jakarta (02.10 -18.00)
|
||
28
|
18.00
|
Jakarta,
Indonesia
|
Arrived
|
Destination place each
country
Amsterdam : keukenhoff, rijiksmuseum, Amsterdam university
Poland : medical university of Silesia
Berlin :
bredenburg gate
Paris : Eiffel tower, louvre pyramids,
arc de thrompe, point neuf
Untuk mengurus visa schengen di kedutaan Polandia membutuhkan waktu minimal 15 hari. pengalaman saya sendiri waktu itu, mengurus visa sebulan sebelum keberangkatan, tapi ternyata pergi pertama kami di usir dan rasanya itu :((
Mengapa diusir? karena saat itu
kami tidak membawa formulir permohonan visa, jadi jelas untuk masuk saja kami
tidak dibolehkan. pertama kali pergi itu kami tidak mengetahui tentang
persyaratan yang seharusnya, karena saat itu kami hanya mengikuti panitia
perlombaan kami cabang Indonesia yang menurut kami mereka sudah profesional
dalam mengurusi hal-hal seperti ini. sehingga kami tidak lagi mengecek ke lain
untuk memastikan syarat-syarat yang harus kami bawa.
ternyata sesampainya disana,
masih sangat banyak syarat yang kurang seperti rekening korang yang belum
sampai saldo minimal, asuransi perjalanan yang benar, foto yang belum sesuai
aturan, dan lain lain
Bagi kami yang merupakan
seorang mahasiswa, dimana sudah sangat sulit menemukan waktu yang pas agar bisa
mengorbankan waktu kuliah, tutorial tapi tetap tidak mengorbankan nilai, dengan budget
kami yang lagi-lagi harus terbuang karena harus pergi lagi ke Jakarta untuk
mengurus visa yang gagal kemarin itu merupakan tamparan keras, sehingga saat
pulang dari Jakarta kami langsung membuat strategi dengan melengkapi seluruh
persyaratan visa dan itu cukup membuat panik karena appointment yang tiba-tiba
penuh sampai di hari yang sangat dekat dengan hari keberangkatan kami. Akhirnya
memang kami kembali ke Jakarta untuk mengurus visa lagi ialah kurang dari 2
minggu dari hari keberangkatan dan itu artinya kami terancam tidak jadi berangkat karena visa yang belum jadi, padahal waktu perlombaanya hanya tinggal seminggu lebih. Jadi usaha kami ialah dengan sering memfollow
up kedutaan serta meminta bantuan follow up dari panitia cabang Indonesia. Dan Alhamdulillah
kurang lebih seminggu visa kami jadi dan pengambilan visa harus kita lansung
datang ke kedutaan, ya dan lagi-lagi kami harus kembali ke Jakarta untuk
mengambil visa.
Pertanyaan lainnya ialah apakah
pembuatan visa bisa di wakilkan? Jawabannya tidak, karena saat sampai di
kedutaan akan ada sedikit interview dan sidik jari sehingga harus applicant
langsung yang datang kesana.
okee, sekian tulisan saya ini semoga dapat membantu kalian-kalian yang lagi membutuhkan referensi mengenai persiapan visa schengen. Karena tulisan ini juga merupakan janji saya saat saat perjuangan untuk mendapatkan visa, dan saat itu saya dan teman saya berjanji pada diri sendiri setelah ini saya juga akan menuliskan tentang pengalaman ini, why? karena yang saya rasakan ialah informasi seperti ini sangaat berguna dalam menentukan pilihan, dan saya ingin berbagi sedikit untuk memberi manfaat ke orang lain.
Intinya saat mulai lelah, ingatlah kembali ke niat awal, dan niatkan untuk Allah, percaya selalu ada Allah, percaya akan selalu ada pertolongan Allah, jadi tugas kita hanya berusaha sampai titik penghabisan, dan lihatlah keajaiban itu datang. Akhirnya hikmahnya cobaan cobaan tersebut malah akan membuat kita lebih dekat dengan Allah, karena nikmat akan jauh terasa lebih nikmat jika datangnya disaat kita sedang benar-benar membutuhkan itu.


okee, sekian tulisan saya ini semoga dapat membantu kalian-kalian yang lagi membutuhkan referensi mengenai persiapan visa schengen. Karena tulisan ini juga merupakan janji saya saat saat perjuangan untuk mendapatkan visa, dan saat itu saya dan teman saya berjanji pada diri sendiri setelah ini saya juga akan menuliskan tentang pengalaman ini, why? karena yang saya rasakan ialah informasi seperti ini sangaat berguna dalam menentukan pilihan, dan saya ingin berbagi sedikit untuk memberi manfaat ke orang lain.
Intinya saat mulai lelah, ingatlah kembali ke niat awal, dan niatkan untuk Allah, percaya selalu ada Allah, percaya akan selalu ada pertolongan Allah, jadi tugas kita hanya berusaha sampai titik penghabisan, dan lihatlah keajaiban itu datang. Akhirnya hikmahnya cobaan cobaan tersebut malah akan membuat kita lebih dekat dengan Allah, karena nikmat akan jauh terasa lebih nikmat jika datangnya disaat kita sedang benar-benar membutuhkan itu.

