Assalamualaikum
😊
Hai guys
jadi sekarang aku pengen berbagi tentang pengalamanku kemarin mulai dari
prepare sampe pulang eropa, harapannya sih semoga bisa bermanfaat. Karena aku
benar-benar ngerasain kemarin gimana butuhnya pengalaman orang lain untuk jadi
gambaran gimana sih situasi dan keadaan disana, karena gimanapun buat menyiapkan
kesana kita harus bener-bener matang dan butuh banyak referensi. Jadi semoga
sedikit infomasi ini bisa kasih manfaat ke semua yang membutuhkan yaaa…
Selain itu
ini cerita buat dokumentasiku sendiri sih, soalnya terlalu sayang kalo ga
dituliskan, terlalu sayang semua pengalaman yang menurutku berharga ini
terlewatkan dan ingatan-ingatan yang akan lenyap ditelan waktu.
Jadi aku
pengen cerita mulai dari kenapa sih eropa, kenapa milih negara itu, bukannya
harganya mahal, terus ngapain aja dll nya.
Jujur,
sejak setelah dubai, kota yang benar-benar aku inginkan adalah Paris. Motivasi
ku ingin kesana karena aku pengen liat menara eiffel secara langsung, aku pengen
ngerasain romantisnya kota itu sekaligus aku pengen foto dengan menara indah
itu. Tapi memang sulit kalo kita menentukan kota terlebih dahulu baru event
yang akan diikuti, jadi waktu itu aku hanya berharap suatu saat pengen bisa
menginjakkan kaki ke eropa, kenapa? Karena di eropa kita cukup sekali jalan,
tapi bisa menjajaki berbagai negara disana, jadi hitungannya ya lumayan murah,
karena ga perlu beli tiket pesawat berkali-kali hanya untuk ke negara lainnya,
tapi cukup pake bus dan butuh hanya hitungan jam kita bisa sampe ke negara
lainnya. Ya mungkin kalo di Indonesia kayak kita mau pergi dari jogja, ke Surabaya,
atau k Jakarta yang hanya pake kereta api dan hanya butuh beberapa jam untuk
bisa sampai kesana.
Berawal
dari suatu obrolan yang kita sama-sama ingin pergi eropa, dan kita berencana
untuk membuat suatu penelitian multidisiplin, karena kebetulan temen ngobrol
itu berasal dari jurusan yang berbeda. Tapi bulan demi bulan, bahkan hampir
setahun kita belum ada progress karena kesibukkan masing-masing. Kemudian,
karena aku senengnya bertiga kalo pergi kemana-mana maka dari itu aku mengajak
adik tingkat sejurusanku untuk penelitian Bersama. Nah, saat itu motivasiku
jadi berubah, bukan negara yang penting, tapi hasil apa yang akan dibawa ketika
pulang dari negara lain. Aku senang dan bersyukur dipertemukan dengan adik
tingkat yang sangat berbakat, visioner, pintar, dan punya kepribadian yang
menurut kita mirip sehingga kalo ngobrol kita nyambung dan nyaman. Selain itu
motivasi ku juga adalah, aku pengen bisa menghasilkan sesuatu, mendapatkan
suatu publikasi, hak paten yang itu tentunya butuh penelitian yang sesungguhnya
dan akan memakan waktu lama.
Suatu hari
kami bertiga kumpul di suatu tempat dan membicarakan kapan kita akan mulai
penelitian ini dan memutuskan ide dan event apa yang kita targetkan untuk
penelitian kita. Karena system kampus yang jika kita mengajukan proposal
penelitian harus memiliki suatu event target yang sudah tertulis di proposal
tersebut. Kebetulan saat kami ngobrol tentang project kami, ada seseorang teman
kami yang mendengar dan ternyata dia dibutuhkan dan cocok sama project yang
akan kita jalani. Akhirnya akhir dari pertemuan ini ialah, anggota kami
bertambah menjadi 4 orang. Setelah itu kami sering mengadakan kumpul-kumpul
selanjutnya untuk membicarakan progress dari project ini. Saat itu ialah musim
UAS untuk anak-anak selain fakultas kedokteran, tapi alhamdulillah ternyata itu
tidak mengacaukan progress penelitian ini, karena kami tau konsenkuensinya kami
harus pintar memabagi waktu dan harus mengorbankan waktu istirahat kami, bahkan
saat libur semester datang pun kami tidak merasakan libur semester itu karena
harus menggeluti laboratorium setiap harinya untuk penelitian ini.
Jadi penelitian ini kami mulai sejak awal desember tahun 2016 tanpa memperdulikan waktu libur, kuliah, ataupun lainnya. Tapi karena aku tipe orang yang kalau udah punya keinginan harus kecapai selagi bisa diusahakan, jadi ya semua yang sudah dikorbankan bukan masalah bagiku. Karena menurutku jika kita pengen sesuatu yang besar, maka harus besar pula pengorbanan kita untuk itu, dan ketika kita udah mendapatkannya semua pengorbanan besar itu akan terbayar dengan rasa puas dan rasa syukur yang sangaaat mendalam :”)
Jadi penelitian ini kami mulai sejak awal desember tahun 2016 tanpa memperdulikan waktu libur, kuliah, ataupun lainnya. Tapi karena aku tipe orang yang kalau udah punya keinginan harus kecapai selagi bisa diusahakan, jadi ya semua yang sudah dikorbankan bukan masalah bagiku. Karena menurutku jika kita pengen sesuatu yang besar, maka harus besar pula pengorbanan kita untuk itu, dan ketika kita udah mendapatkannya semua pengorbanan besar itu akan terbayar dengan rasa puas dan rasa syukur yang sangaaat mendalam :”)
Event yang
menjadi tujuan penelitian ini saat itu ialah Romania yang akan diselenggarakan
pada bulan April. Tapi seiring berjalannya waktu, ternyata penelitian kita
belum selesai. Kecewa? Ya, karena saat itu kami berfikir kemana lagi tujuan
event yang akan kita tagetkan, karena untuk mencari event ini yang menurut kami
bergengsi ini agak sedikit sulit, karena informasinya yang tertutup dan tidak
ada event terdekat lagi pada saat itu. Tapi Allah memang maha penyayang,
tiba-tiba kami diinformasikan bahwa akan ada event di Polandia yang akan
diselenggarakan pada bulan Juni, sehingga kami masih punya waktu untuk
mempersiapkan semuanya. Deadline pengumpulan hasil project penelitian ini
adalah bulan april, dan saat mendekati deadline kami digalaukan oleh informasi
bahwa juga akan ada event yang sama di Morocco, yang jelas harga lebih murah
untuk kesana begitu banyak pertimbangan-pertimbangan yang itu membuat kami
sulit untuk memutuskan negara mana yang akan kami pilih untuk mendaftar. Akhirnya
kami istkharah, dan alhamdulillah bismillah kami memutuskan untuk mendaftarkan project
ini ke Polandia. Alasannya, menurut kami akan lebih bergengsi di Polandia,
waktu lomba yang tepat dengan waktu libur lebaran karena saat itu dari pihak
kampus tidak akan memberi izin sama sekali jika kita mengikuti lomba seperti
itu yang tentunya bisa membuat kita gagal proses dan artinya kita harus
mengulang di tahun yang akan datang dan membuat kita lulus mundur, itulah
pertimbangan yang paling kuat dari kami sehingga memutuskan untuk k Polandia. Ternyata
alhamdulillah lolos dengan biaya pendafataran yang tak terduga, karena
alhamdulillah kami diberi rezeki mendapatkan special prize yang harganya bisa ¼
dari harga sebenarnya.
Setelah
mendapat LoA kami langsung mengurus proposal permohonan dana, visa, persiapan
untuk lomba disana, dan tentunya mematangkan penelitian kami.
selanjutnya silahkan dipostingan berikutnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar